Selasa, 20 Agustus 2019

KOMPONEN KOMPONEN MANAJEMEN KELAS


KOMPONEN-KOMPONEN MANAJEMEN KELAS

A.     Pengertian Komponen Keterampilan Manajemen Kelas.
Manajemen kelas secara umum adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan pengelolaan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
Menurut Oemar Hamalik pengelolaan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama.
Berdasarkan pendekatan modifikasi tingkah laku, pengelolaan kelas adalah upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi perubahan perilaku yang bersifat positif dari siswa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.
B.      Maca macam komponen keterampilan kelas 
a.       Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
Hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan peserta didik dan peserta diidk yang lainnya menjadi suatu keharusan di dalam sebuah kelas. Hal ini dapat terwujudnya jika guru memiliki keterampilan secara pribadi yang dapat diciptakan antara lain dengan :
1.      Menunjukan kehagatan dan kepakaan terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok kelas maupun perorangan.
2.      pemikiran peserta didik.
3.      menunjukan kesiapan untuk membantu peserta didik. 
b.      Keterampilan mengorganisasikan.
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, guru sebagai seorang manajer berperan sebagai organisator yang mengatur dan memonitor kegiatan belajar- mengajar dari awal dimulainya hingga akhir kegiatan. Keterampilan- keterampilan yang harus dikuasai oleh guru agar bisa mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar adalah :
1.      menjelaskan tujuan belajar yang akan dicapai kepada peserta didiknya.
2.      membentuk komponen yang tepat.
3.      mebagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan peserta didik.
c.       Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
 Keterampilan ini memungkinkan guru membantu peserta didik untuk maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika guru menguasai keterampilan berikut ini . 
1.      Memberikan penguatan sebagai kegiatan yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
2.      Mengembangkan supervisi proses awal, yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik secara individu maupun kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah segala sesuatu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
3.      Mengadakan supervisi proses lanjut yan memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
4.      Mengadakan supervisi pemanduan yang memusatkan perhatian pada penilaian pencapaian tujuan dari berbagai kegiatan belajar yang dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman dan pemantapan sehingga peserta didik saling belajar dan memperoleh wawasan yang menyeluruh. Ini dilakukan dengan menilai kemajuan peserta didik dan menyiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan akhir belajarnya.
d.      Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.
Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar, baik secara perorangan maupun klasikal merupakan tugas utama guru. Itulah sebabnya guru harus mampu membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang tepat bagi setiap peserta didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah kelas serta mampu melaksanakan perencanaan tersebut.
C.     Permasalahan Dalam Komponen Manajemen Kelas
1.      Masalah Individu
Jika seseorang gagal mengembagkan rasa memiliki dan rasa harga dirinya maka ia akan bertingkah laku menyimpang. Penyimpangan yang biasanya terjadi dikelas ada 4 macam yaitu;
a.       Mencari kekuasaan
b.      Menuntut balas
c.       Menarik perhatian
d.      Memperlihatkan ketidakmampuan.
2.      Masalah Kelompok
a.       Kurang mampu mengikuti aturan kelompok
b.      Kurang kompak dengan adanya konflik
c.       Reaksi negatif terhadap sesama kelompok
d.      Penerimaan kelas (kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang terjadi apabila kelompok itu mendorong/mendukung timbulnya hal-hal yang menyimpang dari norma sosial umumnya.
e.       Tidak semangat, tidak mau bekerja, tingkah laku agresisif atau ptotes, baik hal ini secara terbuka ataupun terselubung.



DAFTAR PUSTAKA
Bahri, Syaiful Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Mudasir. 2011. Manajemen Kelas. Pekanbaru: Zanafa Publishing.
Syaefudin, Udin. 2009. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.


2 komentar: