KOMPONEN-KOMPONEN
MANAJEMEN KELAS
A. Pengertian
Komponen Keterampilan Manajemen Kelas.
Manajemen kelas secara umum adalah penciptaan
kondisi yang memungkinkan pengelolaan pembelajaran dapat berlangsung secara
optimal.
Menurut Oemar Hamalik pengelolaan kelas
adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama.
Berdasarkan pendekatan modifikasi tingkah
laku, pengelolaan kelas adalah upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi
perubahan perilaku yang bersifat positif dari siswa dan berusaha semaksimal
mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki perilaku negatif yang dilakukan oleh
siswa.
B. Maca
macam komponen keterampilan kelas
a.
Keterampilan
mengadakan pendekatan secara pribadi.
Hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan peserta didik dan
peserta diidk yang lainnya menjadi suatu keharusan di dalam sebuah kelas. Hal
ini dapat terwujudnya jika guru memiliki keterampilan secara pribadi yang dapat
diciptakan antara lain dengan :
1.
Menunjukan
kehagatan dan kepakaan terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok
kelas maupun perorangan.
2.
pemikiran
peserta didik.
3.
menunjukan
kesiapan untuk membantu peserta didik.
b.
Keterampilan
mengorganisasikan.
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, guru sebagai
seorang manajer berperan sebagai organisator yang mengatur dan memonitor
kegiatan belajar- mengajar dari awal dimulainya hingga akhir kegiatan.
Keterampilan- keterampilan yang harus dikuasai oleh guru agar bisa
mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar adalah :
1.
menjelaskan
tujuan belajar yang akan dicapai kepada peserta didiknya.
2.
membentuk
komponen yang tepat.
3.
mebagi
perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan peserta didik.
c.
Keterampilan
membimbing dan memudahkan belajar
Keterampilan ini memungkinkan guru membantu peserta didik untuk
maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika guru menguasai
keterampilan berikut ini .
1.
Memberikan
penguatan sebagai kegiatan yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta
didik.
2.
Mengembangkan
supervisi proses awal, yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik
secara individu maupun kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah
segala sesuatu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
3.
Mengadakan
supervisi proses lanjut yan memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian
bantuan ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
4.
Mengadakan
supervisi pemanduan yang memusatkan perhatian pada penilaian pencapaian tujuan
dari berbagai kegiatan belajar yang dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman
dan pemantapan sehingga peserta didik saling belajar dan memperoleh wawasan
yang menyeluruh. Ini dilakukan dengan menilai kemajuan peserta didik dan
menyiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan akhir belajarnya.
d.
Keterampilan
merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.
Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar, baik secara
perorangan maupun klasikal merupakan tugas utama guru. Itulah sebabnya guru
harus mampu membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang tepat bagi
setiap peserta didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah kelas serta mampu
melaksanakan perencanaan tersebut.
C. Permasalahan
Dalam Komponen Manajemen Kelas
1. Masalah Individu
Jika seseorang gagal mengembagkan rasa memiliki dan rasa harga dirinya
maka ia akan bertingkah laku menyimpang. Penyimpangan yang biasanya terjadi
dikelas ada 4 macam yaitu;
a.
Mencari
kekuasaan
b.
Menuntut
balas
c.
Menarik
perhatian
d.
Memperlihatkan
ketidakmampuan.
2.
Masalah
Kelompok
a.
Kurang
mampu mengikuti aturan kelompok
b.
Kurang
kompak dengan adanya konflik
c.
Reaksi
negatif terhadap sesama kelompok
d.
Penerimaan
kelas (kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang terjadi apabila kelompok itu
mendorong/mendukung timbulnya hal-hal yang menyimpang dari norma sosial
umumnya.
e.
Tidak
semangat, tidak mau bekerja, tingkah laku agresisif atau ptotes, baik hal ini
secara terbuka ataupun terselubung.
DAFTAR PUSTAKA
Bahri, Syaiful Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Mudasir. 2011. Manajemen Kelas. Pekanbaru: Zanafa
Publishing.
Syaefudin, Udin. 2009. Pengembangan Profesi Guru.
Bandung: Alfabeta.
Materi ny bagus
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus