PRINSIP-PRINSIP
MANAJEMEN KELAS
A.
PENGERTIAN PRINSIP DALAM
MANAJEMEN KELAS
Suatu
kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur siswa dan
saran pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk
mencapai tujuan pengajaran. Juga hubungan interpersonal yang baik antara guru
dan siswa dan siswa dengan siswa merupakan syarat keberhasilan pengelolaan
kelas. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi
terjadinya proses belajar mengajar yang efektif. (Usman, 2010 : 97)
Sedangkan
yang dimaksud dengan prinsip dalam manajemen kelas adalah unsur pokok dalam
mengelola suatu kelas. Sementar itu prinsip dasar dalam pengelolaan kelas
adalah pegangan atau acuan yang dimiliki sebagai pokok dasar berfikir atau
bertindak bagi seorang pendidik dalam usaha menciptakan dan memelihara kondisi
belajar yang optimal serta mengembalikan kondisinya bila terjadi gangguan dalam
proses pembelajaran.
Djamarah
(2006:185) menyebutkan dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan
kelas dapat dipergunakan prinsip-prinsip peneglolaan kelas yang dikemukakanoleh
djamarah adalah sebagai berikut :
1.
Kehangatan dan keantusiasan
Hangat dan antusias merupakan salah satu prinsip yang
diperlukan dalam proses belajar dan mengajar. Kehangatan dan keantusiasan guru
dapat memudahkan terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah
satu syarat bagi kegiatan belajar-mengajar yang optimal.
2.
Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, atau bahan yang
menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi
kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
3.
Bervariasi
Penggunaan alat atau media, gaya, dan interaksi
belajar-mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang
efektif dan menghindari kejenuhan.
4.
Keluwesan
Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi
mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta
menciptakan iklim belajar-mengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat
mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak
mengerjakan tugas dan sebagainya.
5.
Penekanan pada hal-hal yang positif
Pada dasarnya, didalam mengajar dan mendidik, guru
harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa
pada hal-hal yang negatif. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan
yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif dari pada
mengomeli tingkah laku siswa yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan
dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari
kesalahan yang dapat menganggu jalannya proses belajar mengajar.
6.
Penanaman disiplin diri
Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa
merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Untuk itu guru harus selalu
mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri, dan guru sendiri
hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan
tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak
didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal. (Usman, 2010 : 97-98)
B.
PERMASALAHAN DALAM PRINSIP
MANAJEMEN KELAS
Masalah pengelolaan kelas bukanlah merupakan tugas yang ringan berbagai
faktorlah yang menyebabkan kerumitan itu. Secara umum faktor-faktor yang
mempengaruhi manajemen kelas adalah di bagi menjadi dua golongan yaitu :
1.
Faktor intern siswa
Faktor
intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran dan perilaku.
Kepribadian siswa dengan ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa
berbeda dari siswa lainnya secara individual. Perbedaan individual ini dilihat
dari segi aspek, yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
2.
Faktor ekstern siswa
Sedangkan
faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar,
penempatan siswa, pengelompokkan siswa, jumlah siswa di kelas, dan sebagainya.
Masalah jumlah siswa dikelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak
jumlah siswa di kelas cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin
sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.
C.
KEBIJAKAN
TENTANG PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Beberapa hal kebijakan yang harus dilakukan, yaitu:
1.
Analisis kebutuhan keterlibatan masyarakat dalam
penyelenggaraan sekolah
2.
Penyusunan program hubungan sekolah dengan masyarakat
3.
Pembagian tugas melaksanakan program hubungan sekolah
dengan masya-rakat
4.
Menciptakan hubungan sekolah dengan orang tua siswa
5.
Mendorong orang tua menyediakan lingkungan belajar
yang efektif
6.
Mengadakan komunikasi dengan tokoh masyarakat
7.
Mengadakan kerjasama dengan instansi pemerintah dan
swasta
8.
Mengadakan kerjasama dengan organisasi sosial
keagamaan
9.
Pemantauan hubungan sekolah dengan masyarakat
10. Penilaian
kinerja hubungan sekolah dengan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah., dan Aswan
Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Rosyada, Dede.
2004. Paradigma Pendidikan Demokratis.
Jakarta : Prenada Media
Usman, Uzer.
2010. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Materi ny bagus
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus