MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Guru sebagai pengelola kelas, dalam perannya,
guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar
serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu di
organisasi. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan - kegiatan
belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Salah satu manajemen
kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi
sedikit mengurangi ketergantungannya kepada guru sehingga mereka mampu
membimbing kegiatannya sendiri, sebagai manajer, guru hendaknya mampu memimpin
kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal.
Menurut Popi Sopiatin (2010: 48) Ada
beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian dalam upaya menciptakan manajemen
kelas yang efektif adalah sebagai berikut:
1.
Memulai
pelajaran tepat waktu
2.
Menata
Tempat duduk yang tepat dengan cara menyelaraskan antara format dan jam
pelajaran
3.
Mengatasi
gangguan dari luar
4.
Menetapkan
aturan dan prosedur dengan jelas dan dapat di laksanakan dengan konsisten
5.
Peralihan
yang mulus antar segmen pelajaran
6.
Siswa
yang berbicara pada saat proses belajar mengajar berlangsung
7.
Pemberian
pekerjaan rumah
8.
Mempertahankan
momentum selama pelajaran
9.
Downtime,
kelebihan waktu yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan tugas tugas dalam
proses belajar mengajar.
10. Mengakhiri pelajaran Suasana kelas yang
kondusif dapat menghasilkan pembelajaran yang sebaik mungkin.
B.
KEBIJAKAN PENANGANAN MASALAH DALAM KELAS
Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal
pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara
langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti menelaah
kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan
pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan
siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud
menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar
itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Untuk dapat menangani masalah-masalah
pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
1.
Mengenali
secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat
perorangan maupun kelompok
2.
Memahami
pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
3.
Memilih
dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang
dimaksud.
C.
MACAM MACAM PERMASALAHAN DALAM MANAJEMEN
KELAS
Ada dua masalah yang ada di kelas, yaitu
masalah pengajaran dan masalah pengelolaan kelas. Masalah pengajaran harus
ditangani dengan pemecahan yang bersifat pengajaran dan masalah pengelolaan
harus ditangani dengan pemecahan yang bersifat pengelolaan. Solusi untuk dapat
menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus
mampu:Mengenali secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang
bersifat perorangan maupun kelompok, Memahami pendekatan mana yang cocok dan
tidak cocok untuk jenis masalah tertentu. Dan Memilih dan menetapkan pendekatan
yang paling tepat untuk memecahkan masalah.
1.
Masalah
Perorangan
Penggolongan
masalah perorangan ini didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku
manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan. Setiap individu memiliki
kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk merasa dirinya berguna. Jika seorang
individu gagal mengembangkan rasa memiliki dan rasa dirinya berharga maka dia
akan bertingkah laku menyimpang
Ada
empat teknik sederhana untuk mengenali adanya masalah-masalah perorangan
seperti diuraikan diatas pada diri para siswa.
a.
Jika
guru merasa terganggu (atau bosan) dengan tingkah laku seorang siswa, hal itu
merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari
perhatian.
b.
Jika
guru merasa terancam (atau merasa dikalahkan), hal itu merupakan tanda bahwa
siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari kekuasaan.
c.
Jika
guru merasa amat disakiti, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang
bersangkutan mungkin mengalami masalah menuntut balas.
d.
Jika
guru merasa tidak mampu menolong lagi, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang
bersangkutan mungkin mengalami masalah ketidakmampuan. Ditekankan, guru
hendaknya benar-benar mampu mengenali dan memahami secara tepat arah tingkah
laku siswa-siswa yang dimaksud (apakah tingkah laku siswa itu mengarah ke
mencari perhatian, mencari kekuasaan, menuntut balas, atau memperlihatkan
ketidakcampuran) agar guru itu mampu menangani masalah siswa secara tepat pula.
2.
Masalah
Kelompok
Ada
tujuh masalah kelompok yang dikenal dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas,
yaitu :
a.
Kekurang-kompakan
b.
Kekurangmampuan
mengikuti peraturan kelompok
c.
Reaksi
negatif terhadap sesama anggota kelompok
d.
Penerimaan
kelas (kelompok) atau tingkah laku yang menyimpang
e.
Kegiatan
anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan,
berhenti melakukan kegiatan atau hanya meniru-niru kegiatan orang (anggota)
lainnya saja
f.
Ketiadaan
semangat, tidak mau bekerja, dan tingkah laku agresif atau protes
g.
Ketidakmampuan
menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
Masalah kelompok yang paling rumit ialah
apabila kelompok itu melakukan protes dan tidak mau melakukan kegiatan, baik
hal itu dinyatakan secara terbuka maupun terselubung. Permintaan penjelasan
yang terus menerus tentang sesuatu tugas, kehilangan pensil, lupa mengerjakan
tugas rumah atau tugas itu tertinggal di rumah, tidak dapat mengerjakan tugas
karena gangguan keadaan tertentu, dan lain-lain merupakan contoh-contoh protes
atau keengganan bekerja. Masalah kelompok ini menyangkut unsur adaptasi social
dan unsur adaptasi pribadi.
D.
SPLUSI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MANAJEMEN
KELAS
Untuk mengatasi masalah dalam pengelolaan
kelas di atas, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan,diantaranya sebagai
berikut:
1.
Behavior-Modification
Approach (Behaviorism Apparoach)
Asumsi
yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa perilaku “baik” dan
“buruk” individu merupakan hasil belajar.Upaya memodifikasi perilaku dalam
mengelola kelas dilakukan melalui pemberianpositive reinforcement (untuk
membina perilaku positif) dan negative reinforcement (untuk mengurangi
perilaku negatif). Namun demikian, dalam penggunaan reinforcement negatif
seyogyanya dilakukan secara hati-hati, karena jika tidak tepat malah hanya akan
menimbulkan masalah baru.
2.
Pendekatan
Otoriter
Pandangan
yang otoriter dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk
nienciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas. Pengelolaan kelas
sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa ke arah disiplin. Bila
timbul masalah-masalah yang merusak ketertiban atau kedisplinan kelas, maka
perlu adanya pendekatan: Perintah dan larangan, Penekanan dan
penguasaan, Penghukuman dan pengancaman,Pendekatan perintah dan larangan
3.
Pendekatan
Permisif
Pendekatan
yang primisif dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan pengajar
yang memaksimalkan kebebasan peserta didik untuk melakukan sesuatu.Sehingga
bila kebebasan ini dihalangi dapat menghambat perkembangan peserta didik. Berbagai
bentuk pendekatan dalam pelaksanaan pengelolaan kelas ini banyak menyerahkan
segala inisiatif dan tindakan pada diri peserta didik.
4.
Pendekatan
membiarkan dan memberi kebebasan
DAFTAR RUJUKAN
Popi Sopiatin.2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa.
Jakarta :Puataka utama
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen
Pendidikan danKebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Materi ny bagus
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus